Pentingnya setoran hafalan bagi penghafal Qur'an

Ilustrasi : Ustadz Aziz Jailani dan Rayhan Arib Fadhilah (11,5 Juz)


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rab semesta alam, shalawat beriring salam kita haturkan kepada nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarga, sahabat, serta pengikut beliau hingga akhir zaman, Amma ba’du.

Menjadi penghafal Qur'an, hampir setiap orang muslim ingin menjadi bagiannya, namun dari setiap orang itu hanya beberapa saja yang komitmen dengan menjalani prosesnya. Menghafal qur'an itu mudah. Namun menjaga hafalan yang telah dihafal membutuhkan proses yang panjang, bahkan seumur hidup.

Banyak penghafal qur'an yang terjebak dengan banyaknya jumlah hafalan, namun abai dengan memperkuatnya (Muraja'ah). Ada banyak cara dan metode yang sudah terbukti untuk menghafal qur'an, namun memperkuat hafalan hanya ada satu cara yaitu di ulang-ulang dan terus diulang meski sudah ratusan bahkan ribuan kali mengulangnya.

Pondok Pesantren Rumah Tahfidz Bakti Ilaahi Bengkulu yang fokus untuk mendidik anak-anak menjadi hafidz qur'an 30 juz, komitmen dalam hal ini.

Untuk menjadi penghafal Qur'an ada beberapa metode yang di gunakan :
Pertama, metode jangka pendek.
Yang dimaksud disini adalah metode murajaah untuk program harian.
Untuk murajaah sendiri Ada 3 cara yang digunakan.
1. Murajaah mandiri,
2. Setoran kepada musyrif (pembimbing),
3. Setoran kepada teman.

Kedua, metode jangka panjang.
Metode ini diterapkan sebagai persiapan untuk lomba-lomba dan ujian hafalan dengan mengulang dan memperhatikan ayat-ayat musytabihat. Kemudian sesekali dilanjutkan dengan simulasi tes hafalan.

Perlunya membiasakan diri, melatih kebiasan mengumpulkan kekuatan untuk melakukan murajaah adalah penting. makanan yang baik lagi sehat juga menjadi faktor kekuatan hafalan.

Bahkan, "Umar bin Khattab saja menjadikan perjalanan dari Madinah ke Baitul Maqdis sebagai waktu untuk murajaah hafalan. Maka ada baiknya kitapun menggunakan waktu-waktu efektif untuk melakukannya. Jika tidak menyelesaikan murajaah, maka lakukan murajaah di waktu-waktu selingan. Bisa jadi di atas motor, angkutan, ataupun sebelum tidur. 
Tanamkan prinsip dan jadikan kebiasaan "Tidak ada alasan untuk tidak murajaah”.

Selain itu, ikutilah berbagai lomba tahfidz. Karena itu adalah salah satu sarana utama untuk murajaah hafalan. Berpasangan dengan teman pun cara lain yang bisa diandalkan.

“Merasakan keagungan Alquran yang tidak lain adalah perkataan Allah merupakan kunci sukses untuk bisa istiqomah menghafal. Selain itu, orang tua, saudara, teman dan lingkungan juga sangat besar pengaruhnya dalam hal ini.” [SZ]

Ingin terlibat dan membantu para penghafal Qur'an.
Salurkan donasi terbaik anda ke Rekening BRI Syariah (422) No Rekening 1037091584 an. Rumah Tahfidz Bakti Ilaahi Bengkulu. Konfirmasi Transfer ke sms / WA ke : 089617000221 (Ustadzah Liza), 085268359638 (Zefpron).
Atau datang langsung ke alamat. Jl. Belato No 56 RT 006 RW 002 Kelurahan Berkas Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu 38114.

Posting Komentar

0 Komentar